LAMPUNG UTARA– Upaya percepatan pembangunan infrastruktur penghubung terus digalakkan oleh jajaran TNI AD di tingkat kewilayahan. Anggota Koramil 412-04/Kotabumi, Kodim 0412/Lampung Utara bersama masyarakat setempat melaksanakan gotong royong lanjutan dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda berjenis beton di Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Pada Minggu (05/07/2026).
Fokus pengerjaan hari ini diarahkan sepenuhnya pada proses pengerjaan konstruksi dan pengecoran pelklep (sayap penguat jembatan) di sisi bagian barat.
Kegiatan pengerjaan fisik ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan sinergi solid 3 orang personel Babinsa Koramil 412-04/Kotabumi dan 10 orang warga masyarakat Kelurahan Tanjung Senang.
Pengecoran pelklep pada sisi barat ini menjadi salah satu tahapan paling esensial untuk memperkuat struktur kaki jembatan dan menahan dinding tanah dari risiko abrasi maupun longsor, mengingat jembatan ini membentang langsung di atas Sungai Way Sesah yang ber karakteristik fluktuatif.
Berdasarkan data teknis di lapangan, Sungai Way Sesah memiliki bentang lebar mencapai 8 meter. Pada kondisi normal atau kering, kedalaman air hanya berkisar 2 meter, namun debit air dapat melonjak drastis hingga mencapai ketinggian 5 meter saat dilanda hujan deras.
Oleh sebab itu, pembangunan jembatan beton dengan spesifikasi panjang 13 meter dan lebar 2,5 meter ini memerlukan struktur dinding pengaman beton (pelklep) yang sangat kokoh guna menjamin ketahanan jembatan dari terjangan arus sungai yang kuat.
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda ini menjadi akses vital yang sangat dinantikan oleh warga karena menghubungkan secara langsung dua wilayah, yaitu Kelurahan Tanjung Senang dan Kelurahan Kota Alam. Infrastruktur ini merupakan jalur utama bagi masyarakat dalam mengeluarkan dan mendistribusikan hasil bumi, sekaligus menjadi sarana penunjang akses pendidikan yang aman bagi anak-anak sekolah yang bermukim di kedua kelurahan tersebut.
Pembangunan jembatan beton ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif dan manfaat langsung bagi mobilitas harian 457 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan kurang lebih 3.176 jiwa penduduk setempat.
Melalui pengerjaan yang terfokus pada pengecoran pelklep sisi barat ini, diharapkan kekuatan jangka panjang dari struktur bawah jembatan menjadi lebih optimal sebelum melangkah ke tahap pengerjaan berikutnya.
Hubungan emosional yang erat serta semangat gotong royong yang tinggi antara Babinsa dan warga menjadi energi utama dalam menuntaskan proyek jembatan beton ini demi terwujudnya pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan ekonomi di Kabupaten Lampung Utara.(Pendim 0412/LU).








